Rasa yang Baik (I'll Be There 4)
I ‘ll Be There
Empat
Karawang, December 31st 2017.
Beri aku kesempatan
untuk memahamimu, untuk mengerti jalan pikiran dan hatimu. Agar apa yang telah
kita jalani tak berakhir begitu saja. Percayalah, aku hanya butuh waktu untuk
dapat seutuhnya menerjemahkan keinginanmu. Hal – hal yang sering kali membuat
aku salah dan menjadikan kesalahpahaman diantara kita. Sesungguhnya, aku tak
ingin menangis dan menambah beban bagimu. Tak ada sedikitpun niat dalam hati
untuk melakukan hal – hal berujung pada sebuah pengakhiran yang bisa saja
terjadi begitu saja. Aku ingin kita tetap menjadi kita. Dua orang yang terus
belajar untuk saling memahami dan mengerti, tak pernah memilih pergi hingga
nanti.
Jangan diam melulu,
jangan mengatakan tentangnya kepadaku, jangan. Sungguh ketidaksetiaanmu
membuatku takut kehilanganmu. Aku takut kita menjadi dua orang yang saling
menyakiti. Aku takut semua yang kita perjuangkan menjadi hal yang membunuh
semua mimpi. Yang aku inginkan, engkau memberiku kesempatan untuk terus bersamamu,
membiarkan ku utuh tinggal dihatimu. Jika salah menerpaku, jangan lelah
mengingatkanku. Juga jika semua itu terjadi kepadamu, terimalah dengan senang
hati apa yang aku sampaikan kepadamu.
Aku ingin kita baik – baik saja dalam rasa yang baik.
Wajarkah kalau aku
berpikir kau akan berpaling, tertarik dengan yang lain. Ya, itulah bagian dari
rasa cemburu, rasa curiga, rasa yang kerap kali ku bunuh paksa. Ada yang lebih
baik untukku pikirkan, membangun rasa percaya jauh lebih baik daripada berpikir
hal yang hanya membuat kita mengarah kepada hal – hal yang lebih buruk.
Maukah kita saling
belajar? Dan saling memahami lagi? Untuk menjadi orang yang bukan mencari yang
terbaik. Terutama aku, aku sama sekali tak mencari seseorang yang terbaik lagi.
Aku sudah menemukanmu, aku ingin kita sama – sama meniti dan memperjuangkan
diri kita menjadi dua orang yang lebih baik dari hari ke hari. Agar kelak kita
kuat menghadapi hal – hal yang lebih berat lagi.
Aku tak bisa
menjanjikanmu untuk bisa menjadi pria paling bahagia. Namun aku ingin bahagia
bersamamu. Sebab aku percaya, aku ingin kita bisa saling menularkan
kebahagiaan. Aku tak ingin sama saat seperti orang – orang yang ku kenal
dimasalalu, berjanji tentang kebahagiaan namun akhirnya menyisakan luka.
Komentar
Posting Komentar