He is You (I'll be there 2)
I
‘ll Be There
Dua
Aku memang suka membuat rencana
– rencana soal hidup. Berbagai ekspetasi tercatat dalam otakku. Namun bersamamu,
aku tak pernah tahu bagaimana membuat rencana apapun,
semesta dengan begitu saja mempertemukan kita. Menumbuhkan rasa untuk saling mengenal.
Kita belajar satu sama lain. Aku belajar untuk menerima duniamu yang
masih asing bagiku. Begitupun kamu, yang dengan sepenuh hati mengerti sifatku. Hal
yang barang kali jarang atau bahkan belum pernah kau temui sebelumnya. Kita dua orang
yang tak sehobi. Aku suka hal – hal yang sepi, tidak begitu suka keramaian.
Jikapun ingin menikmati waktu denganmu, aku lebih suka menghabiskan waktu berdua saja.
Menikmati angin bertiup dengan beberapa lelucon darimu yang
kerap membuatku merasa bahagia. Sementara kamu suka hal sebaliknya. Kamu suka hal – hal
yang heboh, sesuatu yang meriah. Sesuatu yang
belum tentu bisa membuatku nyaman sebelumnya.
Beberapa
kali kita harus belajar keras untuk saling mengerti. Kamu yang
terus mengartikan sifatku. Akujuga yang mulai mengenali duniamu. Kita
sempat berbicara soalaku yang keras kepala namun tetap mengerti kondisi. Hal itu yang
aku suka darimu. Sejauh ini, tak banyak orang yang
mampu melihat seseorang dari berbagai sudut pandang. Aku bahagia saataku mulai mengenalmu sebagai seseorang
yang mampu sabar memahamiku dengan tenang. Itu yang
membuatku meyakinkan hati bahwa aku ingin mengenal duniamu. Mengasihimu bukanlah perihal
yang salah. Hal – hal yang tak pernah ku lalui sebelumnya. Meski pada akhirnya,
aku mengerti satu hal penting untuk kita. Waktu telah memperkenalkan kita,
hingga terjatuh pada masa untuk saling memberi arti.
Sebagai seorang perasa,
aku tak pernah mati rasa untuk berhenti menulis meski bukan seorang penyair.
Aku pernah berekspetasi kalau saja seseorang yang mengisi hari – hariku memiliki hobi
yang sama. Namun, Tuhan tau segalanya apa yang terbaik untukku.
Ia mengirimkanmu bukan untuk menemaniku menulis, melainkan untuk mengisi hari –
hariku lebih dari yang kubayangkan. Kamu adalah bagian utama dari tulisan ku saat ini.
Sejak engkau hadir, aku mengerti satu hal lagi. Kita bukan butuh seseorang yang
sekegiatan dengan kita. Kita butuh seseorang yang mau mengerti dunia kita, yang sama
– sama ikhlas saling menerima. Meski sebelumnya tidak tahu apapun satu sama lain.
Terkadang
kita tidak butuh seseorang yang menyukai hal yang sama dengan kita, Orang yang
kita butuhkan adalah orang yang mau menerima kita.
Komentar
Posting Komentar